Jalanan menjadi saksi anak-anak yang dieksploitasi, mimpi sarjana yang terhenti, dan kekuasaan ormas yang menebar ketakutan. Muluk dan Samsul hadir bukan sebagai pahlawan, melainkan sebagai orang-orang yang memilih peduli, mendidik, membimbing, dan membuka jalan tobat bagi mereka yang tersesat. Di bawah tuntunan Bang Jack, kisah ini bergerak dinamis, penuh konflik dan ironi, memadukan iman, pendidikan, dan kritik sosial khas yang menegaskan bahwa perubahan hidup selalu dimulai dari keberanian untuk bertobat.
Haji Husin, Zidan, dan Cantika kembali menjalani perjalanan waktu yang sarat ujian dan makna. Di balik petualangan lintas zaman, Zidan harus bergulat dengan luka kehilangan dan konflik batin yang memengaruhi hubungannya dengan sang ayah.
Queena, gadis generasi alpha yang kecanduan gawai, diantar ke Kampung Sukabebek untuk rehat dari layar. Di sana ia menemukan tas ajaib bernama Si Gemblok yang bisa mengeluarkan apa pun yang ia butuhkan, tapi hanya bila ia mengucapkan kata sandi tertentu.