Menu

Film Indonesia

18 / 47 vidio
Laporkan Spam Video

3 Srikandi (Official Trailer)

  • 0 Komentar
  • Diterbitkan July 19, 2016
Indonesia di tahun 1988. Dunia olah raga mempersiapkan diri turut serta di Olimpiade Musim Panas ke 24 di Seoul. Cabang panahan berada di titik kritis, di mana dibutuhkan pelatih yang bisa menyiapkan tim panahan wanita dalam waktu yang singkat. Satu-satunya yang bisa diandalkan menjadi pelatih adalah DONALD PANDIANGAN yang dikenal sebagai “Robin Hood Indonesia”. Tapi Donald sendiri sudah lama mennghilang. Sakit hatinya pada organisasi olah raga amat dalam, ketika di tahun 1980 saat ia telah menyiapkan diri di posisi puncak untuk mengikuti Olimpiade Moskow, tiba-tiba dibatalkan karena alasan politis. Kini ia hidup jauh dari panahan, bahkan olah raga. Selain pelatih, tim panahan pun harus dipilih 3 orang atlit wanita terbaik. Mereka adalah NURFITRIYANA (YANA), LILIES dan KUSUMA (SUMA). Tiga wanita dari latar belakang berbeda-beda dan sama-sama memiliki problema. Yana yang paling senior tinggal di Jakarta berasal dari keluarga militer yang keras dan disiplin. Selain kesulitan membagi waktu antara kuliah dan berlatih, Yana mesti menghadapi situasi rumah tidak harmonis, di mana sang ayah selalu menekan dan memojokkannya tanpa alasan jelas. Di Ujung Pandang, Suma yang tomboy justru kebalikan dari Yana. Ia memiliki keluarga harmonis, tapi tidak cukup kuat secara ekonomis untuk mendukung Suma sebagai pemanah. Ayah Suma mendorongnya untuk mengikuti tes PNS, tapi di lain pihak akan membuat Suma meninggalkan panahan. Sementara itu Lilies yang luwes dan feminin tinggal di Surabaya, mesti menghadapi berbagai masalah pribadi dari sang ibu. Lilies telah dijodohkan dengan laki-laki pilihan ibunya, sementara hatinya sudah tertambat pada DENNY, rekan sesama atlit. Hubungan Lilies dan Denny sampai mesti dijalankan diam-diam alias back-street. Waktu menuju olimpiade semakin dekat. Di bawah ancaman tidak akan diberangkatkan sama sekali, pengurus persatuan panahan, Pak Udi, mesti membujuk dan meyakinkan Donald untuk mempersiapkan tim panahan wanita. Pribadi Donald yang keras, militan dan amat disiplin, mesti mampu membentuk Yana, Lilies dan Suma mencapai puncak prestasi mereka. Masa latihan menjadi saat memacu diri bagi mereka semua. Kerasnya medan berlatih dan waktu yang makin menipis, dihadapi oleh Donald dan ketiga wanita ini. Mereka semua dituntut fokus meraih performa terbaik, di saat problema pribadi masing-masing menggempur mereka. Siang malam memeras fisik, emosi dan mental, tim panahan putri bersiap menuju Seoul. Di mana ujian mereka pun dimulai saat mendarat dan dianggap sebelah mata oleh atlet-atlet negara lain. Dengan meneguhkan semangat, mereka pun bertempur di lapangan…
Movies
Bagikan ke teman Anda