Menu
WatchdoC Collection

Ekspedisi Indonesia Biru Pulang - 01 Januari 2016

  • WatchdoC
  • 1 Komentar
  • Laporkan
  • Laporkan
  • WatchdoC
    WatchdoCDiunggah August 01, 2018

    SAMBUT-PULANG EKSPEDISI INDONESIA BIRU Kamis sore, 31 Desember 2015 menjadi hari terpenting bagi dua rekan Watchdoc, Dandhy Dwi Laksono dan Ucok Suparta. Mereka telah menunaikan perjalanan selama satu tahun dalam sebuah perjalanan bernama Ekspedisi Indonesia Biru (EIB). Perjalanan mereka dinamai Indonesia Biru bukan karena dua per tiga wilayah Indonesia merupakan lautan atau Indonesia yang memiliki garis pantai terpanjang kedua setelah Kanada. Konsep ‘Biru’ ini merujuk pada ekonomi biru yang pertama kali diperkenalkan Profesor Gunter Pauli pada 1994. Gunter Pauli menyebut ekonomi biru sebagai pengganti konsep ekonomi hijau yang menurutnya membutuhkan pengeluaran lebih besar. Pada beberapa kasus, konsep ekonomi hijau menimbulkan masalah baru seperti konflik masyarakat dan kepentingan konservasi lingkungan. Konsep ekonomi biru mengajak masyarakat berhenti memikirkan globalisasi, sentralisme atau pemusatan dan penyeragaman. Lalu beralih kepada pengembangan sumber daya lokal, meretas ketergantungan dan mengubah aturan main di berbagai sendi kehidupan. Untuk itu, Ekspedisi Indonesia Biru mencoba merekam dan mendokumentasikan berbagai hal di atas sebagai sebuah bahan pengetahuan baru dan kemungkinan belum ada di bangku sekolah maupun di media-media arus utama. Ekspedisi Indonesia Biru dimulai dengan dana tabungan pribadi keduanya, tanpa adanya sponsor dari pemerintah, maupun pihak swasta. Namun keinginan untuk mengenali potensi Indonesia mereka buktikan melalui film dokumenter yang menjadi bahan diskusi di berbagai wilayah di Indonesia. Mulai tancap gas sejak Kamis, 1 Januari 2015 pagi, dua jurnalis ini telah menempuh perjalanan sekitar 20.000 km menggunakan dua motor bebek merek Honda Karisma tahun 2003 dan 2005 hasil modifikasi. Dengan dua motor itu pula, mereka membawa perlengkapan liputan, yang mereka sebut seperti Backpacking Journalism. Seperti kamera dan perlengkapannya, lampu, hingga drone. Mereka memulai perjalanan melalui rute ujung barat pulau Jawa dan berjalan ke arah Timur. Dandhy dan Ucok menyusuri sisi selatan pulau Jawa, Semarang, Yogyakarta, kemudian ke arah timur melintasi Bali. Lalu ke arah Nusa Tenggara, Timor, Papua, Kepulauan Maluku, Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera. Selama satu tahun penuh, perjalanan EIB menghasilkan tak kurang dari 20 Terabyte(TB) data liputan berupa video dan foto. Sebanyak tujuh hingga delapan film Dokumenter telah dihasilkan selama rentang setahun antara lain, “Baduy”, “Samin Vs Semen”, “Kala Benoa, “Lewa di Lembata”, dan “The Mahuzes”. Semua itu telah ditayangkan di kanal Youtube Ekspedisi Indonesia Biru. Kini, perjalanan itu berakhir. Pada Kamis, 31 Desember 2015 sore hari di penghujung tahun, mereka mengakhiri perjalanan selama satu tahun penuh. Dandhy Dwi Laksono dalam laman Facebook Ekspedisi Indonesia Biru menyebut hasil EIB menjadi bagian dari ingatan kolektif bangsa Indonesia. Ingatan mengenai potensi yang dimiliki Indonesia yang nantinya akan diketahui generasi mendatang.

    Belum Ada Komentar
    Yuk mulai tulis komentar kamu
    Langganan untuk bisa berkomentar
    Tulis komentar ...

    Jadwal

    Vlog
    Bagikan ke teman Anda