Apa yang terjadi?
Batal
Bungridlo’s Collection

Bisnis Miliaran dari Ternak Kambing Jenis Unggul di Cilacap

  • bungridlo
  • 0 Komentar
  • Laporkan
  • Laporkan
  • bungridlo
    bungridloDiunggah September 07, 2020

    Kelompok Ternak Akar Rumput berada di Desa Tayem Timur, Kecamatan Karangpucung. Desa ini berimpitan langsung dengan kawasan hutan yang kaya sumber pakan ternak. Dari tempat ini, berkembang sebuah kelompok yang semula hanya memiliki ternak dengan populasi belasan ekor menjadi ribuan ekor. Terkini, jumlah anggota mencapai 200 orang lebih dengan populasi lebih dari 2.500 ekor kambing jenis unggul, meliputi Saanen, Sapera, dan Etawa. Hebatnya, saat usaha lainnya tiarap, kelompok ternak ini justru mengalami peningkatan omzet harian dan bulanan yang cukup signifikan. Penjualan susu misalnya, naik kisaran 50-60 persen dibanding kondisi normal. Pun, dengan penjualan bibit ternak. Omzet bulanan yang biasanya hanya berkisar Rp120-an juta kini meningkat menjadi Rp150-180 juta. Adapun nilai ternak milik para anggota yang bergabung dalam kelompok ini mencapai Rp9 miliar lebih. Kelompok ini menerapkan sistem peternakan modern, dengan kunci bibit kambing unggul, tata kelola pemeliharan, jaringan pemasaran, ragam produk, dan tentu saja komitmen anggota. Keberhasilan itu juga tak lepas dari pendampingan sejumlah pihak, termasuk pemerintah. Salah satunya Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Kemenkop UKM). Staf Khusus Menteri Bidang Hukum, Pengawasan Koperasi dan Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, Agus Santoso mengatakan Kelompok Ternak Akar Rumput berhasil menerapkan sistem peternakan modern sehingga mampu bertahan dan bahkan memanfaatkan pandemi menjadi peluang untuk lebih gencar memasarkan produknya.

    Info

    Bisnis Miliaran dari Ternak Kambing Jenis Unggul di Cilacap

    bungridlo
    bungridloDiunggah September 07, 2020

    Kelompok Ternak Akar Rumput berada di Desa Tayem Timur, Kecamatan Karangpucung. Desa ini berimpitan langsung dengan kawasan hutan yang kaya sumber pakan ternak. Dari tempat ini, berkembang sebuah kelompok yang semula hanya memiliki ternak dengan populasi belasan ekor menjadi ribuan ekor.

    Terkini, jumlah anggota mencapai 200 orang lebih dengan populasi lebih dari 2.500 ekor kambing jenis unggul, meliputi Saanen, Sapera, dan Etawa.

    Hebatnya, saat usaha lainnya tiarap, kelompok ternak ini justru mengalami peningkatan omzet harian dan bulanan yang cukup signifikan. Penjualan susu misalnya, naik kisaran 50-60 persen dibanding kondisi normal. Pun, dengan penjualan bibit ternak.

    Omzet bulanan yang biasanya hanya berkisar Rp120-an juta kini meningkat menjadi Rp150-180 juta. Adapun nilai ternak milik para anggota yang bergabung dalam kelompok ini mencapai Rp9 miliar lebih.

    Kelompok ini menerapkan sistem peternakan modern, dengan kunci bibit kambing unggul, tata kelola pemeliharan, jaringan pemasaran, ragam produk, dan tentu saja komitmen anggota.

    Keberhasilan itu juga tak lepas dari pendampingan sejumlah pihak, termasuk pemerintah. Salah satunya Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Kemenkop UKM).

    Staf Khusus Menteri Bidang Hukum, Pengawasan Koperasi dan Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, Agus Santoso mengatakan Kelompok Ternak Akar Rumput berhasil menerapkan sistem peternakan modern sehingga mampu bertahan dan bahkan memanfaatkan pandemi menjadi peluang untuk lebih gencar memasarkan produknya.

    Belum Ada Komentar
    Yuk mulai tulis komentar kamu
      Langganan untuk bisa berkomentar
      Tulis komentar ...

      Jadwal

      News