Menu
Laporkan Spam Video

Press Conference Terkait Kasus Tindak Pidana pada Babinsa TNI AD

  • 0 Komentar
  • Diterbitkan July 05, 2020
Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad) menyelenggarakan press conference terkait tindak pidana yang terjadi pada salah satu prajurit TNI AD saat bertugas. Kegiatan tersebut merupakan arahan Kepala Staf Angkatan Darat untuk mengusut tuntas kasus yang menyebabkan hilangnya nyawa Babinsa Tambora dari Kodim 0503/Jakarta Barat. Pertemuan dengan awak media yang dipimpin oleh Kadispenad, Brigjen TNI Nefra Firdaus, menghadirkan Direktur Penyelidikan Puspomad, Kolonel Cpm Kemas Ahmad Yani. “Press conference ini akan menjelaskan langkah-langkah yang telah diambil TNI AD melalui Puspomad dan jajarannya terkait penusukan yang diduga dilakukan oknum TNI AL, Letda Marinir dengan inisial nama RW,” ujar Kadispenad. Direktur Penyelidikan Puspomad, Kolonel Cpm Kemas Ahmad Yani membenarkan telah terjadi tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain terhadap anggota TNI AD, yakni Serda R.H Saputra pada 22 Juni 2020 di Hotel Batavia, Jakarta Barat. “Setelah kejadian tersebut Danpomdam Jaya Kolonel Cpm Rahmat Sapari menerima pemberitahuan dari Dirintelkam Polda Metro Jaya, maka segera memerintahkan anggota Pomdam Jaya melakukan langkah-langkah berupa mendatangi tempat kejadian perkara,” jelas Kolonel Cpm Kemas Ahmad Yani. Ia melanjutkan, anggota Pomdam Jaya juga mengamankan empat orang saksi Sipil, yakni Security Hotel dan lima anggota Yonarhanudse-10 DAM Jaya BKO Kodim 0503/JB yang bertugas dalam PAM Covid-19. Selain itu mengamankan barang bukti berupa 1 butir proyektil peluru jenis pistol, rekaman CCTV, dan barang bukti yang terkait dengan pengerusakan. “Dari hasil olah TKP, keterangan para saksi, bukti rekaman CCTV dan lain-lain pelaku diduga oknum anggota TNI AL dan kemungkinan masih ada tersangka lainnya,” lanjut Kolonel Cpm Kemas. Kembali dijelaskan Kolonel Cpm Kemas, dengan telah ditemukannya identitas diduga pelaku, maka dilakukan langkah hukum penyelesaian perkara dengan menahan tersangka di Puspomal dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku di lingkungan TNI. Sedangkan pelaku yang diduga warga Sipil diproses sesuai aturan hukum oleh Polres Jakarta Barat. “Puspomad akan mengawal perkara ini agar diproses hukum dengan baik dan benar serta dengan adil dan profesional hingga tuntas,” ujar Kolonel Cpm Kemas. #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

News
Bagikan ke teman Anda