Menu

Poster Dakwah (3)

16 / 27 vidio
Laporkan Spam Video

Hukum Membuka Telapak Tangan ketika Salam - Poster Dakwah Yufid TV

  • 0 Komentar
  • Diterbitkan January 23, 2020
Hukum Membuka Telapak Tangan ketika Salam - Poster Dakwah Yufid TV Video poster dakwah kali ini membahas tentang hukum membuka telapak tangan ketika salam, hukum membuka telapak tangan saat salam, hukum membuka telapak tangan ketika salam, hukum membuka telapak tangan saat salam dalam shalat, hukum membuka telapak tangan saat sholat, hukum membuka tangan ketika salam, hukum membuka tangan pada saat salam, hukum membuka tangan saat salam. Fenomena salam dengan membuka tangan. Salam ke kanan, membuka tangan kanan, salam ke kiri dengan membuka tangan kiri. Ada juga salam ke kanan membuka tangan kanan, namun ketika salam ke kiri, telapak tangan tidak dibuka. ‘ketika salam ke kanan, tangan kanan dibuka, dengan harapan terbukalah pintu surga. Salam kiri tetap ditutup, tertutuplah pintu neraka.’ Itu alasannya, dan beliau sama sekali tidak menyebutkan dalil. Sebenarnya kebiasaan semacam ini pernah dilakukan sebagian sahabat di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau ingatkan dan beliau melarangnya. Dari Jabir bin Samurah radhiyallahu ‘anhu, ”Ketika kami shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami mengucapkan ”Assalamu alaikum wa rahmatullah – Assalamu alaikum wa rahmatullah” sambil berisyarat dengan kedua kanan ke samping masing-masing. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan, عَلَامَ تُومِئُونَ بِأَيْدِيكُمْ كَأَنَّهَا أَذْنَابُ خَيْلٍ شُمْسٍ؟ إِنَّمَا يَكْفِي أَحَدَكُمْ أَنْ يَضَعَ يَدَهُ عَلَى فَخِذِهِ ثُمَّ يُسَلِّمُ عَلَى أَخِيهِ مَنْ عَلَى يَمِينِهِ، وَشِمَالِهِ ”Mengapa kalian mengangkat tangan kalian, seperti keledai yang suka lari? Kalian cukup letakkan tangan kalian di pahanya kemudian salam menoleh ke saudaranya yang di samping kanan dan kirinya. (HR. Muslim 430, Nasai 1185, dan yang lainnya). Larangan ini menunjukkan bahwa membuka telapak tangan ketika salam, termasuk kesalahan dalam shalat. Jika ini telah ditegaskan salah oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, layakkah dilestarikan dan dipraktekkan?
Education
Bagikan ke teman Anda