Apa yang terjadi?
Batal
Liputan 6 SCTV (Arsip 8 Oktober 2019)

Kakak Beradik Yatim Piatu Hidup Mandiri di Bali - Liputan 6 Pagi

  • SCTV
  • 0 Komentar
  • Laporkan
  • Laporkan
  • SCTV
    SCTVDiunggah October 01, 2019

    Kakak beradik yatim piatu siswa SMP di Klungkung, Bali, harus berjuang hidup memenuhi kebutuhan dan bekal bersekolah. Siswa yatim piatu ini kerap mencari sayur dan buah buahan untuk dijual di pasar. Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Selasa (1/10/2019), Komang Juniarta (13) anak yatim piatu asal Dusun Payungan, Desa Selat, Klungkung, harus berjuang menghadapi kerasnya hidup. Siswa kelas 7 SMP tersebut harus mencari sayur paku dan buah nangka untuk hidup dan bekal bersekolah. Tak lupa merawat hewan ternak peliharaannya juga menjadi rutinitas. Bersama sang kakak Kadek Suardana (15), Komang melakoni hidup mandiri sejak kecil karena ditinggal mati sang ayah akibat jatuh saat naik pohon kelapa. Sementara sang ibu memilih meninggalkan mereka untuk menikah lagi. Kesehariannya, kakak beradik diasuh oleh sang bibi yang berjualan sayur di pasar desa setempat. Meski demikian mewujudkan cita-citanya menjadi seorang guru ditengah kesibukannya tidak lupa selalu membagi waktunya untuk belajar. Komang harus menempuh jalan kaki ke sekolah dengan jarak hampir 3 kilometer setiap harinya. Meski demikian, Komang tergolong berprestasi di sekolahnya.

    Info

    Kakak Beradik Yatim Piatu Hidup Mandiri di Bali - Liputan 6 Pagi

    SCTV
    SCTVDiunggah October 01, 2019

    Kakak beradik yatim piatu siswa SMP di Klungkung, Bali, harus berjuang hidup memenuhi kebutuhan dan bekal bersekolah. Siswa yatim piatu ini kerap mencari sayur dan buah buahan untuk dijual di pasar.

    Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Selasa (1/10/2019), Komang Juniarta (13) anak yatim piatu asal Dusun Payungan, Desa Selat, Klungkung, harus berjuang menghadapi kerasnya hidup. Siswa kelas 7 SMP tersebut harus mencari sayur paku dan buah nangka untuk hidup dan bekal bersekolah. Tak lupa merawat hewan ternak peliharaannya juga menjadi rutinitas.

    Bersama sang kakak Kadek Suardana (15), Komang melakoni hidup mandiri sejak kecil karena ditinggal mati sang ayah akibat jatuh saat naik pohon kelapa. Sementara sang ibu memilih meninggalkan mereka untuk menikah lagi.

    Kesehariannya, kakak beradik diasuh oleh sang bibi yang berjualan sayur di pasar desa setempat. Meski demikian mewujudkan cita-citanya menjadi seorang guru ditengah kesibukannya tidak lupa selalu membagi waktunya untuk belajar.

    Komang harus menempuh jalan kaki ke sekolah dengan jarak hampir 3 kilometer setiap harinya. Meski demikian, Komang tergolong berprestasi di sekolahnya.

    Belum Ada Komentar
    Yuk mulai tulis komentar kamu
      Langganan untuk bisa berkomentar
      Tulis komentar ...

      Jadwal

      News