Menu

NEWS!

1 / 8 vidio
Laporkan Spam Video

4 Kepala Daerah ini Malah ke Luar Negeri Saat Wilayahnya Diselimuti Asap Karhutla!

  • 0 Komentar
  • Diterbitkan September 27, 2019
Halo sobat Keepo, balik lagi di video Keepo nih. Seperti yang kita ketahui, kebakaran hutan dan lahan membuat beberapa wilayah di Indonesia diselimuti kabut asap. Bagi masyarakat yang wilayah tempat tinggalnya terkena kabut asap membuat dampak negatif seperti berkurangnya jarak pandang yang bisa mengakibatkan kecelakaan. Selain itu tercatat hingga September ini jumlah penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sudah mencapai 919.516 orang. Tentu bukan jumlah yang sedikit ya sahabat Keepo. Namun mirisnya masih ada beberapa kepala daerah yang justru pergi atau dinas keluar padahal wilayahnya tengah berjuang melawan kepungan kabut asap. Padahal Kementerian Dalam Negeri sudah mengimbau adanya larangan pergi atau dinas keluar bagi kepala daerah. Dalam video ini kita akan membeberkan, siapa saja sih kepala daerah yang pergi atau dinas keluar saat wilayahnya diselimuti kabut asap. Tapi sebelum itu kita mau ingetin kamu nih buat klik tombol subscribe untuk mendukung channel ini agar bisa terus menghibur. Sudah klik? Kalau sudah kita langsung mulai videonya. Yang pertama ada Gubernur Riau, Syamsuar yang sempat pergi ke luar negeri. Hal tersebut langsung disindir oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang menilai Syamsuar tidak punya empati dan sensivitas. Syamsuar pergi ke Thailand pada pertengah September lalu untuk menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Berikutnya ada Wali Kota Pekanbaru Firdaus yang pergi ke Kanada saat wilayahnya juga terkepung asap kabut kebakaran hutan dan lahan. Ia ke Kanada untuk memenuhi undangan Kementerian ESDM terkait kerja sama bisnis penyedia teknologi, pengembangan, dan kontraktor proyek pengelolaan sampah. Selain itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru juga diketahui pergi ke Malaysia. Agendanya adalah pelantikan sebagai Ketua Sekretariat Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Indonesia. Namun Herman langsung kembali setelah acaranya selesai. Kemudian yang paling terkini adalah Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi yang pergi ke Korea Selatan saat wilayahnya tengah dikepung kabut asap. Diketahui Edy pergi pada Senin 23 September dan dijadwalkan akan kembali pada 28 September. Agendanya di Korea Utara antara lain adalah, rencana kerja sama penanganan sampah dan pembicaraan terkait pembangunan LRT di Sumatera Utara. Selanjutnya Edy juga akan menghadiri pertemuan pariwisata se-Asia yang juga berlangsung di Korea Selatan. Menteri Dalam Negri Tjahjo Kumolo menyoroti para kepala daerah yang pergi ke luar negeri dan meninggalkan daerahnya yang sedang dilanda kabut asap ini. Ia sudah memberi imbauan pada kepala daerah agar tidak berpergian dan fokus pada penanganan kebakaran hutan. Tapi masih saja ada yang membandel. Namun ia menyebut pemerintah pusar tidak bisa memberikan sanksi berat, dan hanya memberikan sanksi administrasi. Itupun khusus untuk pelanggaran yang berhubungan dengan kasus hukum. Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat area Karhutla mencapai 328.724 hektare. Per periode Januari sampai Agustus 2019 ini sudah tercatat ada 2.719 titik panas. Selain itu kegiatan belajar mengajar di sekolah pun terganggu Mabes Polri kini telah menyatakan ditetapkannya sebanyak 296 orang dari 262 sebagai tersangka kasus karhutla usai melalui proses penyelidikan. 58 orang di Riau, satu orang di Aceh, 25 orang di Sumatera Selatan, 20 orang di Jambi, 21 orang di Kalimantan Selatan, 79 orang di Kalimantan Tengah, 68 orang di Kalimantan Barat, dan 24 orang di Kalimantan Timur. Melihat wilayahnya dan masyarakatnya yang tengah berjuang melawan kabut asap dan dampak negatifnya, bukankah harusnya kepala daerah yang sudah diberi kepercayaan oleh publiknya harus selalu siaga dan ikut berjuang bersama?
News
Bagikan ke teman Anda