Menu

Umdatul Ahkam

46 / 100 vidio
Umdatul Ahkam

Kajian Kitab- Umdatul Ahkam (Eps. 157) - Ustadz Aris Munandar, M.PI.

  • Yufid TV
  • 0 Komentar
  • Laporkan
  • Laporkan
  • Yufid TV
    Yufid TVDiunggah April 23, 2019

    Pelajaran selanjutnya adalah hadits ke 159 dalam kitab Umdatul Ahkam. Anas bin Malik menuturkan bahwa ada seorang lelaki yang memasuki masjid pada hari jumat melalui pintu yang menghadap ke arah Darul Qadha. Saati itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sedang berdiri untuk berkhutbah. Orang tersebut lantas menghadap Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sambil berdiri dan berkata, "Duhai Rasulullah, makanan pokok sudah tidak ada dan unta-unta sudah lemah. Oleh karena itu, berdoalah kepada Allah agar menurunkan hujan untuk kami. Anas menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam lantas mengangkat tangannya dan berdoa, "Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, turunkanlah hujan kepada kami dan turunkanlah hujan kepada kami." Anas berkata, "Demi Allah, tadinya kami tidak melihat mendung maupun awan tipis. Saat itu diantara kami dan gunung Sal'un tidak ada satu rumah ataupun perkampungan. Anas bercerita, "Kemudian muncullah mendung seperti tameng bundar di balik gunung tersebut. Ketika telah berada di tengah langit, maka mendung tersebut lantas berpencar. Setelah itu, turunlah hujan." Anas berkata, "Demi Allah, aku tidaklah melihat matahari selamat seminggu." Anas menuturkan bahwa ada seorang lelaki masuk melalui pintu tadi pada hari jumat selanjutnya. Ketika itu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sedang berdiri untuk berkhutbah. Lelaki tersebut lantas menghadap Rasulullah sambil berdiri dan mengatakan, "Duhai Rasulullah, makanan pokok sudah tidak ada dan unta-unta telah melemah. Berdoalah kepada Allah agar menahan hujan kepada kami. Anas bercerita bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam lantas mengangkat kedua tangannya dan berdoa, "Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami jangan di atas kami, lembah-lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan." Anas pun berkata, "Hujan pun reda dan kami pun bisa keluar berjalan di bawah sinar matahari." Syarik menuturkan bahwa dirinya lantas bertanya kepada Anas apakah orang yang meminta agar hujan reda tersebut adalah juga orang yang meminta turunnya hujan, Anasa menjawab, "Aku tidak tahu." Penulis buku ini rahimahullah mengatakan bahwa adh dhirab adalah gunung yang kecil, akam adalah bentuk jamak dari kata akamah yang berarti anak bukit yang lebih tinggi daripada ar rabiyah (jenis anak bukit) dan lebih rendah daripada al hadhbah (jenis anak bukit). Darul Qadha adalah rumah Umar bin Khaththab radiyallahu 'anhu. Rumah ini dinamakan darul qadha karena rumah tersebut dijual untuk melunasi hutang umar. Bagaimana penjelasan hadit di atas? Yuk tonton penjelasannya dalam video Kajian Kitab: Umdatul Ahkam (Eps. 157) - Ustadz Aris Munandar, M.P.I

      Tulis komentar ...

      Jadwal

      Lifestyle
      Bagikan ke teman Anda