Apa yang terjadi?
Batal
News n More

Bahas Spoiler Ning Bareng Mata Jendela

  • gandhi.frans
  • 0 Komentar
  • Laporkan
  • Laporkan
  • gandhi.frans
    gandhi.fransDiunggah August 03, 2018

    Industri perfileman di Bali tampaknya tengah naik daun, hal ini bisa dilihat dari bermunculannya film dengan berbagai genre. Selain "Napak Pertiwi", salah satu film yang tengah menjadi buah bibir adalah film horror berjudul "Ning". Film yang diproduksi oleh Mata Jendela ini merupakan salah satu film fiksi yang mengambil latar belakang adat dan tradisi budaya Bali di era saat ini. Bayu Kramas selaku sutradara dari film itu menjelaskan bahwa dalam film tersebut tidak hanya menonjolkan sisi horrornya namun dirinya juga mengemas sebuah pesan untuk masyarakat agar tidak lupa dengan budaya serta tradisi warisan leluhur. "Pesannya adalah meski teknologi dan serba digitalisasi, sebagai orang Bali jangan sampai lupa dengan budaya serta adat istiadat sendiri, menari, makekawin serta lainnya itu wajib dipertahankan,"ucapnya saat ditemui di kawasan Badung. Kamis (2/8). Ditanya tentang kenapa spoiler saja yang dipublikasikan, pria yang juga seorang Master of Ceremoni (MC) ini pun mengatakan jika hal itu dilakukan untuk mengetahui minat pasar dan tentu respon penonton. "Kita sengaja spoiler saja, apa sih yang diinginkan pasar dan tanggapan mereka seperti apa. Menurutku ini sangat bagus setelah 2 spoiler kita lepaskan,"terangnya sembari mengatakan jika spoiler ke 3 telah siap diluncurkan juga. Lebih lajut, terkait target peluncuran full movienya, dia mengaku jika targetnya tahun ini dan sesuai rencanya, film itu pun akan diputar di bioskop yang ada di Denpasar. "Semua telah siap, target akhir tahun ini, semoga dilancarkan,"jelasnya. Ditanya pemilihan judul "Ning", pria gondrong ini pun menjelaskan jika kata "Ning" adalah sebutan seorang ibu atau orang tua terhadap anaknya dalam keluarga Bali. "Jadi sebutan ini saya kira sudah mulai pudar di masyarakat, kebanyakan sekarang langsung menyebut nama,"katanya lagi. Sedangkan untuk pemain, ia mengklaim jika dalam film itu tidak melibatkan pemain yang sudah terkenal, dan memilih untuk mengajak mereka yang benar-benar mengerti dunia seni peran. "Saya menjual karya bukan aktor atau aktrisnya, kalaupun saat casting dan lolos nama-nama terkenal ya berarti mereka memang cocok untuk kita,"ucapnya sembari menutup percakapan dan mengatakan projek itu juga di bantu oleh Mang Arya. Film "Ning" sendiri menceritakan dua arwah berwujud seorang gadis cantik bernama Ning dan seorang perempuan tua yaitu neneknya juga bernama sama yakni Ning. Dimana mereka berdua meninggal dengan cara terpaksa. Oleh kematiannya itulah kerap muncul arwah mereka dilatar belakangi oleh pahitnya cerita hidup yang dirasakan oleh ning dan sang nenek. Mereka tidak tenang dan gentayangan ke tengah orang-orang yang mereka kenal semasa hidup. Ning sendiri adalah seorang penari bali yang mempunyai prestasi bagus, namun dirumah dia diperlakukan sangat keji. Ayah dan keluarga tirinya sampai tega menjual Ning ke bos mafia untuk dijadikan budak sex. Nenek yang mengetahui akan hal tersebut pun berupaya membawa cucunya kabur dan menyelamatkan masa depannya, tapi apa daya sang nenek mati kelelahan saat melakukan itu semua. Sebelum sang nenek menghembuskan nafas terakhir, cucunya lebih memilih ikut dengan neneknya sampai akhirnya mereka berdua mati di waktu yang sama.

    Info

    Bahas Spoiler Ning Bareng Mata Jendela

    gandhi.frans
    gandhi.fransDiunggah August 03, 2018

    Industri perfileman di Bali tampaknya tengah naik daun, hal ini bisa dilihat dari bermunculannya film dengan berbagai genre. Selain "Napak Pertiwi", salah satu film yang tengah menjadi buah bibir adalah film horror berjudul "Ning".

    Film yang diproduksi oleh Mata Jendela ini merupakan salah satu film fiksi yang mengambil latar belakang adat dan tradisi budaya Bali di era saat ini. Bayu Kramas selaku sutradara dari film itu menjelaskan bahwa dalam film tersebut tidak hanya menonjolkan sisi horrornya namun dirinya juga mengemas sebuah pesan untuk masyarakat agar tidak lupa dengan budaya serta tradisi warisan leluhur.

    "Pesannya adalah meski teknologi dan serba digitalisasi, sebagai orang Bali jangan sampai lupa dengan budaya serta adat istiadat sendiri, menari, makekawin serta lainnya itu wajib dipertahankan,"ucapnya saat ditemui di kawasan Badung. Kamis (2/8).

    Ditanya tentang kenapa spoiler saja yang dipublikasikan, pria yang juga seorang Master of Ceremoni (MC) ini pun mengatakan jika hal itu dilakukan untuk mengetahui minat pasar dan tentu respon penonton. "Kita sengaja spoiler saja, apa sih yang diinginkan pasar dan tanggapan mereka seperti apa. Menurutku ini sangat bagus setelah 2 spoiler kita lepaskan,"terangnya sembari mengatakan jika spoiler ke 3 telah siap diluncurkan juga.

    Lebih lajut, terkait target peluncuran full movienya, dia mengaku jika targetnya tahun ini dan sesuai rencanya, film itu pun akan diputar di bioskop yang ada di Denpasar. "Semua telah siap, target akhir tahun ini, semoga dilancarkan,"jelasnya.

    Ditanya pemilihan judul "Ning", pria gondrong ini pun menjelaskan jika kata "Ning" adalah sebutan seorang ibu atau orang tua terhadap anaknya dalam keluarga Bali. "Jadi sebutan ini saya kira sudah mulai pudar di masyarakat, kebanyakan sekarang langsung menyebut nama,"katanya lagi.

    Sedangkan untuk pemain, ia mengklaim jika dalam film itu tidak melibatkan pemain yang sudah terkenal, dan memilih untuk mengajak mereka yang benar-benar mengerti dunia seni peran. "Saya menjual karya bukan aktor atau aktrisnya, kalaupun saat casting dan lolos nama-nama terkenal ya berarti mereka memang cocok untuk kita,"ucapnya sembari menutup percakapan dan mengatakan projek itu juga di bantu oleh Mang Arya.

    Film "Ning" sendiri menceritakan dua arwah berwujud seorang gadis cantik bernama Ning dan seorang perempuan tua yaitu neneknya juga bernama sama yakni Ning. Dimana mereka berdua meninggal dengan cara terpaksa.

    Oleh kematiannya itulah kerap muncul arwah mereka dilatar belakangi oleh pahitnya cerita hidup yang dirasakan oleh ning dan sang nenek. Mereka tidak tenang dan gentayangan ke tengah orang-orang yang mereka kenal semasa hidup.

    Ning sendiri adalah seorang penari bali yang mempunyai prestasi bagus, namun dirumah dia diperlakukan sangat keji. Ayah dan keluarga tirinya sampai tega menjual Ning ke bos mafia untuk dijadikan budak sex.

    Nenek yang mengetahui akan hal tersebut pun berupaya membawa cucunya kabur dan menyelamatkan masa depannya, tapi apa daya sang nenek mati kelelahan saat melakukan itu semua. Sebelum sang nenek menghembuskan nafas terakhir, cucunya lebih memilih ikut dengan neneknya sampai akhirnya mereka berdua mati di waktu yang sama.

    Belum Ada Komentar
    Yuk mulai tulis komentar kamu
      Langganan untuk bisa berkomentar
      Tulis komentar ...

      Jadwal

      Lifestyle